Terkadang iman kita diuji dari berbagai pilihan hidup yang berat.
Salah satu alasan terbesar saya keluar dari gereja di hari minggu adalah ketika ibadahnya sudah selesai. Jadi mau ngapain lagi? Ya pulang lah.. ????
Tetapi bagi saya pribadi sebuah tanggung jawab yang besar itu adalah saat kita sudah keluar dari tempat kita beribadah dan kembali lagi ke rutinitas hidup kita sehari-hari. Karena mungkin di tempat ibadah kita bisa merasa jadi orang paling benar, tetapi kalau sudah jalani rutinitas sehari-hari apakah kita akan tetap mampu mempertahankan kebenaran itu didalam diri kita?
Jadi bagi saya tantangan iman sebenarnya adalah ketika kita mampu membawa kehidupan rohani kita ke dalam rutinitas sehari-hari. Apakah kita mampu tetap menerapkan hal-hal yang benar di dalam setiap aspek kehidupan kita? Apakah kita mampu tetap jujur di lingkungan yang mungkin buruk? Apakah kita mampu terus mengasihi orang yang mungkin membenci kita? Apakah kita mampu untuk tetap peduli disaat orang lain tidak perduli? Apakah kita mampu tetap menjadi terang di tempat yang gelap?
Semuanya kembali lagi ke pribadi masing-masing ya, karena yang menilai pada akhirnya adalah Tuhan. Percuma juga kalau kamu hidup hanya untuk pencitraan rohani dan kalau hanya butuh pengakuan dari manusia saja, karena sama aja kaya membangun iman di pondasi yang palsu, suatu saat pasti akan runtuh juga.
Yuk semakin bangun hubungan pribadi masing-masing kita dengan Tuhan lebih intim. Biarkan hikmat Tuhan ikut turut serta dalam setiap hal yang kamu kerjakan saat ini. Jangan lupa juga untuk memperluas wawasan agar punya akal di era informasi dan teknologi yang luas saat ini, karena membangun iman tanpa akal sehat biasanya banyak zonk nya.. ????
Semoga bermanfaat & jangan lupa share kebaikan! ????