Arsenal resmi mendatangkan Jorginho dari Chelsea di detik-detik akhir penutupan bursa transfer Liga Inggris. Pemain yang dibeli seharga 12 juta pounds ini akhirnya memutuskan untuk hengkang setelah kontraknya kemungkinan besar tidak akan diperpanjang oleh Chelsea. Hal ini kemungkinan besar dikarenakan faktor usia pemain dan faktor negosiasi yang berakhir buntu.
Kalau melihat dari sejarah transfer pemain lulusan dari klub Chelsea nih, bisa dibilang cukup mengecewakan. Entah kenapa Arsenal selalu mendapatkan pemain yang selalu berusia usia diatas 30 tahun dari Chelsea, yang bisa dibilang sudah melewati masa keemasannya. Sebut saja seperti David Luiz yang akhirnya mainnya angin-anginan dan kerap melakukan blunder di laga laga krusial. Belum lagi yang terakhir ini ada Willian, dimana dia hanya bertahan setengah musim saja setelah tidak mampu menunjukan performa terbaiknya.
Melihat dari sejarah diatas, apakah Jorginho akan menjadi pembelian gagal Arsenal berikutnya dari Chelsea? Kita lihat saja kiprahnya babang Jorginho nanti, tetapi satu hal yang pasti saya tidak akan berekspektasi banyak dari pemain yang satu ini. Bukannya pesimis sih, hanya saja butuh waktu untuk pembuktian kualitas ketika pemain pindah ke klub yang baru untuk adaptasi, apalagi dengan usia yang segitu.
Di sisi lain, Arteta sendiri merasa yakin dengan kapasitas Jorginho dalam menambah kedalaman skuad. Selain dia memiliki pengalaman dan mental juara, Jorginho juga dianggap memiliki jam terbang yang sangat cukup di Liga Inggris, sehingga klub berharap dia bisa segera beradaptasi. Hal ini dikarenakan Thomas Partey mengalami cidera cukup serius, sehingga hal ini bisa mengancam performa The Gunners dalam perburuan gelar musim ini.
Sebenarnya Arsenal sendiri masih punya Sambi Lokonga diposisi yang sama, namun dari beberapa penampilan terakhir, Sambi betul-betul harus menambah jam terbangnya. Karena dia terlihat masih seperti bocah kemarin sore yang masih suka haha hihi dalam menjaga bola dan pergerakan lawan. Pada akhirnya Sambi dipinjamkan ke klub lain sampai akhir musim di bursa transfer kali ini. Semoga saja dia belajar banyak hal saat pulang nanti.
Oke sekarang kita akan kembali ke Jorginho lagi nih guys, pemain seperti apa sih dia? Kalau dilihat dari cara bermainnya selama ini, Jorginho adalah tipe pemain yang sangat dominan dalam mengatur tempo. Dia terlihat sangat tenang, bahkan ketika menghadapi musuh-musuh kelas berat. Jorginho selalu dapat diandalkan sebagai jangkar pertahanan dan juga pengatur ritme serangan.
Disisi lain, beberapa pengamat mengatakan bahwa karakter Jorginho yang tenang tidak akan cocok dengan gaya permainan Arsenal yang panas dan meledak melalui serangan-serangan balik yang cepat. Namun beberapa pengamat lainnya mengatakan bahwa Jorginho bisa menjadi mesin pendingin bagi Arsenal agar bisa mendapatkan keseimbangan yang baik. Kita lihat saja nanti apakah Arsenal akan kehilangan ciri khasnya setelah Jorginho bergabung? tapi satu hal yang pasti, saya lebih berharap agar Partey bisa segera pulih dan balik ke skuad utama lagi, karena No Partey, No Happy.. hahaha.