Mengiklan di sosial media bukanlah hal yang mudah. Meskipun saat ini berbagai platform telah mempermudah fitur boost pada postingan konten, namun tidak semua iklan mampu menghasilkan performa yang sesuai dengan yang di inginkan, bisa jadi banyak yang lihat, tapi sedikit yang beli dan hasilnya rugi alias boncos. Belajar beriklan di sosial media memang perlu waktu dan jam terbang yang tinggi, kenapa kebanyakan advertiser pemula pasti boncos di awal? Simak berikut 3 alasan utamanya.
1. Belum memahami strategi dalam bidding dan targeting audience.
Kebanyakan advertiser pemula belajar dari google, itu adalah sebuah langkah yang sangat baik, namun kamu harus memahami setiap produk memiliki customer journey yang berbeda beda, audience behavior yang berbeda beda dan cara pendekatan yang berbeda beda. Perlu jam terbang untuk mengetahui bagaimana karakteristik audience-mu.
2. Selalu memasang budget dibawah rata2 kompetitor.
Iklan ibarat sebuah lelang, kamu datang ke acara lelang diperlukan biaya, tetapi harga tertinggi yang akan memenangkan lelang. Semakin kamu pasang harga terendah, maka ada dua kemungkinan yang sering kamu dapatkan, pertama kemungkinan iklanmu jarang dilihat, kedua kamu dapat audience dengan kualitas yang kurang baik.
3. Terlalu terpaku pada dashboard.
Dashboard adalah salah satu sarana kita untuk monitoring performance iklan, sangat betul, namun harus kita pahami bahwa ada dashboard yang bagus tapi conversionnya kecil lho. Karena ada banyak faktor lainnya yang bisa mempengaruhi, seperti landing page kurang menarik, click bait pada konten yang berlebihan atau juga teknik persuasi pada tim customer service yang masih harus diperbaiki.
Jadi sudah tau kan 3 alasan utama advertiser pemula pasti boncos. Tetapi tidak ada proses yang sia-sia, tetap belajar dari kesalahan dan jadilah advertiser yang selalu berkembang setiap harinya. Semangat !