90% orang yang gagal dalam proses rekrutmen, dikarenakan mereka tidak memiliki CV yang menarik. Akibatnya mereka tidak memiliki kesempatan untuk menunjukan kemampuan mereka yang sebenarnya. Bahkan mungkin mereka akan gugur lebih dulu di proses seleksi berkas, karena adanya early judgement dari para rekruter. Karena itu membuat CV mungkin terlihat sederhana, tetapi sebenarnya tidak bisa kamu pandang sebelah mata, karena dampaknya cukup besar dalam sebuah proses rekrutmen ketika kamu ingin mengejar sebuah karir yang kamu idamkan saat ini. Lalu bagaimana caranya agar kamu bisa membuat CV yang baik dan benar? Oke langsung aja kita masuk ke tahap yang pertama.
1. Desain Yang Kreatif.
Jaman sekarang kamu bisa download berbagai template CV yang menarik di internet, kamu bisa download di canva, freepik, atau aplikasi sejenis. Sesuaikanlah dengan bidangmu saat ini. Desain CV tidak harus terlalu muluk-muluk, namun setidaknya CV kamu tidak polosan, atau mungkin CV standard download template dari Linkedin atau Jobstreet, yang mungkin sudah digunakan oleh mayoritas pelamar. Minimal CV kamu harus terlihat berbeda, lain daripada yang lain tetapi tetap dengan kaidah-kaidah formalitas yang baik.
Misalnya saja cari font yang normal dan mudah untuk dibaca, lalu ukuran font yang sesuai standard, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Komposisi warna pada desain CV harus contras antara desain dengan tulisan, agar mudah untuk dibaca. Dan jangan terlalu banyak ornamen-ornamen yang malah membuat desain CV kamu terlihat terlalu ramai dan akhirnya menutupi esensi dari informasi utama yang ingin kamu sampaikan.
Melampirkan foto dalam desain CV menurut saya adalah salah satu hal yang cukup penting. Pilihlah foto dimana kamu terlihat sangat keren dan profesional. Jangan foto selfie, foto seksi apalagi foto dengan komposisi yang tidak profesional, seperti terlalu besar di kepala atau mungkin foto terbalik. Idealnya dalam melampirkan sebuah foto yang profesional, posisi kepala menghadap ke depan, badan sedikit serong dan foto ukuran setengah badan. Kecuali untuk perusahaan tertentu ada yang minta untuk menampilkan seluruh badan.
Dengan adanya foto yang profesional, akan membuat rekruter akan merasa lebih nyaman untuk mengenal secara personal dengan kamu. ini adalah langkah yang sangat baik dalam proses rekrutmen, supaya kamu bisa mendapatkan kesan yang bagus dalam proses seleksi berkas.
2. Identitas Seperlunya
Dalam membuat CV penting untuk adanya informasi terkait identitas pribadi kamu, namun ada baiknya kamu hanya melampirkan hal-hal yang perlu saja, seperti nama, tanggal lahir dan domisili yang menjadi standard informasi pada umumnya. Kamu tidak perlu melampirkan hal-hal yang bersifat sensitif seperti nama orang tua, status pernikahan, ijazah dan hal-hal sensitif lainnya apabila masih baru di tahap seleksi berkas di awal. Kamu juga tidak perlu menginformasikan kegiatan sehari-hari kamu yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang sedang kamu lamar saat ini, seperti halnya hobi atau minat kamu saat ini.
Informasi identitas yang berlebihan akan membuat para rekruter memiliki fokus yang berbeda, dimana seharusnya mereka lebih fokus untuk menilai pengalaman dan kemampuan kamu di bidang pekerjaan daripada kehidupan pribadi. Jadi sekali lagi, kamu hanya perlu memasukan identitas kamu seperlunya ke dalam CV.
3. Pengalaman Kerja Dengan Lengkap
Informasi pengalaman kerja adalah salah satu hal yang krusial dalam membuat CV. Karena pengalaman adalah salah satu poin plus dalam proses rekrutmen di bidang apapun juga. Durasi bekerja menjadi salah satu perhatian utama para rekruter. Apabila kamu menampilkan durasi kerja yang terlalu singkat antara satu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya, maka seringkali kamu akan dinilai sebagai seseorang yang kurang cakap dan tidak konsisten dalam mengerjakan sesuatu. Namun apabila kamu tidak menampilkan waktu durasi kerja pada CV mu, maka kamu akan dianggap mencurigakan, tidak jujur dan mudah menyembunyikan informasi.
Selain faktor kesesuaian pengalaman kerja dengan bidang yang dilamar, pada umumnya rekruter juga akan lebih mudah meloloskan para pelamar dengan pengalaman minimal 1-2 tahun di setiap tempat kerja yang dilampirkan di CV. Karena setiap rekruter pasti akan berharap mendapatkan calon karyawan yang konsisten dan bertahan lama di pekerjaannya nanti.
Memberikan informasi tentang poin-poin jobdesk pekerjaan kamu juga akan memberikan kesan bahwa kamu benar-benar memahami posisi yang kamu pegang saat itu. Dan jangan lupa untuk menonjolkan pencapaian apa saja selama kamu berada di dalam perusahaan tersebut.
5. Pelatihan dan Kursus
Mencantumkan informasi pelatihan dan kursus akan menjadi poin tambahan dalam CV kamu. Dengan adanya informasi pelatihan dan kursus yang kamu ikuti, maka hal ini akan membuat persepsi bahwa kamu adalah orang yang aktif dan memiliki growth mindset. Karena bagi para rekruter penting sekali untuk memiliki calon karyawan yang tidak cepat untuk berpuas diri dan mau untuk terus belajar hal yang baru.
Selain pelatihan dan kursus, kamu juga bisa menambahkan informasi tambahan lainnya seperti riwayat dalam berorganisasi atau mungkin lomba-lomba yang pernah kamu ikuti selama ini. Dengan adanya poin-poin tersebut akan membawa persepsi bahwa kamu adalah orang yang kompetitif dan mudah untuk bergaul. Tentu saja hal ini bisa menjadi poin plus bagi kamu nantinya.
6. Informasi Yang Jujur
Kejujuran adalah salah satu elemen yang sangat krusial dalam membuat CV. Karena pada akhirnya, sebagus apapun informasi yang kamu berikan ketika seleksi berkas, namun saat interview kamu tidak bisa mempertanggungjawabkan hal yang sudah kamu tulis, tentu saja hal ini akan membuat kamu mendapatkan citra yang buruk.
Karena setiap rekruter dengan jam terbang yang tinggi pasti memiliki feeling dan cara tersendiri untuk menilai bagaimana seorang calon pelamar tersebut apakah benar-benar jujur atau tidak. Oleh sebab itu, CV yang kita buat harus selaras dengan pekerjaan yang kita jalani saat ini. Supaya kamu bisa membuat CV yang bagus, maka kamu juga harus bisa memiliki track record yang bagus dalam bekerja. Belajarlah untuk bertanggung jawab dalam setiap pekerjaan yang kamu pilih.
Jangan bekerja hanya untuk uang, tetapi carilah pengalaman, skill dan relasi dalam setiap pekerjaan yang kamu pilih. Bangunlah integritas dan prinsip-prinsip yang baik di dalam setiap pekerjaan. Pupuk citra diri yang profesional dan personal branding yang berkualitas sedini mungkin, agar suatu saat nanti kamu juga bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Semoga 6 tips dalam membuat CV ini tadi bisa bermanfaat untuk kalian semua, dan sangat besar harapan saya agar suatu saat nanti kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang kamu impikan. Pekerjaan yang bisa membuat kamu bersemangat walaupun mungkin itu berat. Pekerjaan yang bisa mencukupi segala kebutuhan kamu beserta keluarga untuk hidup yang lebih layak. Pekerjaan yang bisa membuat kamu menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan pekerjaan yang bisa membuat kamu memiliki dampak dan manfaat yang lebih besar bagi orang-orang yang ada di sekitar kamu saat ini.
Saya Joshua Favian, sampai jumpa lagi di Kelas Karir episode berikutnya.