My Blog

Senin, 26 Agustus 2024 16:30 WIB

Indonesia Peringatan Darurat ! Ketika Masyarakat Mulai Muak ! #KawalPutusanMK


Video berlatar belakang biru dan maraknya aksi demo besar-besaran menjadi salah satu bukti bahwa ada hal yang salah dalam pemerintahan kita saat ini. Kira-kira hal apa saja yang harus di perbaiki?

Yang pertama adalah aturan main.


Kita tidak bisa pungkiri bahwa undang-undang adalah sebuah produk politik. Tetapi kalau itu hanya untuk menjadi alat kekuasaan hanya untuk kelompok tertentu saja, tentu saja pada akhirnya rakyat akan gerah juga.

Keputusan MK tentang pilkada sebenarnya membawa angin segar dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Dengan diturunkannya treshold suara partai untuk calon pemimpin daerah, hal ini membuat masyarakat memiliki lebih banyak opsi alternatif dalam memilih calon pemimpin daerah dan hal ini membuat dominasi calon pemimpin dari partai yang berkuasa akan semakin sulit untuk menang, sehingga pertandingan akan semakin kompetitif dan sehat.

Kalau saya pribadi sendiri, lebih senang lagi apabila syarat treshold dalam memilih pemimpin dihapuskan, hal ini agar kedepannya kita lebih memiliki banyak opsi pemimpin yang baru, yang tidak selalu didominasi dari kalangan dan partai yang berkuasa. Memang benar salah satu bentuk demokrasi yang baik adalah pemimpin ditunjuk langsung oleh rakyat, namun harusnya rakyat juga sangat berhak mendapatkan opsi-opsi pilihan alternatif yang lebih baik.

Bayangkan saja di masa yang akan datang, seandainya saja muncul seorang calon pemimpin yang berkualitas, namun mungkin tidak memiliki dukungan partai yang kuat, serta tanpa dukungan logistik yang besar, tetapi masih memiliki kesempatan yang sama dalam bertarung dalam kontestasi pemilihan umum. Betapa indahnya demokrasi politik di Indonesia.

Yang kedua, politik dinasti.

Tidak ada yang salah dengan dinasti politik, dengan kata lain mengajarkan edukasi, bakat, serta keterampilan berpolitik secara turun-temurun kepada generasi berikutnya di dalam sebuah keluarga.

Namun melakukan suatu praktik politik dinasti yang dalam artian memanfaatkan suatu jabatan tertentu, untuk memberikan privilege khusus bagi keluarga untuk bisa ikut mendapatkan jabatan yang strategis ketika masih aktif berkuasa, tentu saja hal ini lah yang dirasa tidak fair dan sangat tidak etis.

Seharusnya setiap pejabat yang memiliki integritas yang baik, tidak memanfaatkan segala fasilitas negara hanya untuk kepentingan pribadinya, apalagi melakukan praktik politik dinasti disaat masih aktif menjabat.

Tidak perlu terburu-buru, kalau memang generasi penerus berikutnya memang layak menjadi seorang pemimpin, maka dia harus mengusahakannya dengan tangannya sendiri tanpa bantuan atau privilege dari generasi sebelumnya. Buktikan bahwa dia memang pantas untuk mendapatkan posisi tersebut.

Yang ketiga. Dewan perwakilan rakyat.

Semua masyarakat Indonesia berharap para wakil rakyat di DPR betul-betul menjalankan fungsinya sebagai pengawas dan penyambung lidah rakyat di pemerintahan.

Karena itu, bagi saya treshold untuk partai bisa masuk ke dalam DPR juga membuat persaingan tidak sehat, karena pada akhirnya DPR hanya akan dikuasai oleh partai elit yang itu-itu saja. Kalau partainya bagus dan orang-orangnya berkualitas sih tidak ada masalah, tetapi apakah saat ini hal itu sudah tercerminkan di wakil rakyat kita saat ini? Apakah check & balance sudah bagus di pemerintaan kita saat ini? Saya kira masih banyak hal yang harus di perbaiki.

Memang tidak ada hal yang sempurna di muka bumi ini, tetapi saya tetap percaya bahwa politik di Indonesia masih bisa untuk jauh lebih baik daripada saat ini.

Semoga semua proses demokrasi di negara kita bisa berjalan dengan lancar, dengan aturan main yang fair yang bisa menghasilkan yang calon pemimpin yang berkualitas dan juga pemerintahan yang baik di masa yang akan datang.

Mari kita terus kawal pemerintahan, untuk Indonesia yang lebih baik lagi.

- Joshua Favian -

Image placeholder

Terimakasih

Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menginspirasi hari kamu. Jangan lupa share yah!

0 Comments

Tinggalkan Komentar